Mitos dan Dampak Negatif Minum Kopi

Mitos dan Dampak Negatif Minum Kopi

gunanya.com- Sebelum bicara tentang mitos unik dari secangkir kopi, kopi sendiri merupakan minuman yang di gemari berbagai kalangan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Selain dalam segi aroma dan rasa, kopi memiliki kandungan yang mampu menciptakan berbagai kelebihan dalam hal kesehatan. Namun, efek tersebut terkait dengan sifat Genetika yang dimiliki oleh masing-masing individu terkait dengan kemampuan Metabolisme dalam proses mencerna kafein yang terdapat pada kopi itu sendiri.

gunanya.com | Mitos dan Dampak Negatif Minum Kopi

Perkembangan kopi yang terus terjadi dari zaman dulu telah mengembangkan beberapa persepsi tentang dampak dari meminum kopi. Banyak hal yang di yakini benar, ada pula yang tidak terhadap kesehatan tubuh. Dari keyakinan yang berbeda tersebut telah menyebabkan beberapa fakta unik dari dampak meminum kopi, berikut ulasannya.

Mitos Unik Tentang Kopi

1. Kopi dapat menyebabkan insomnia?

Sebenarnya kafein tidak mempengaruhi tidur bagi seseorang yang sering mengkonsumi kopi. Kemungkinan yang dapat membuat insomnia adalah 30-60 menit sebelum tidur, itu pun berlaku pada seseorang yang tak biasa meminum kopi.

2. Kopi mampu menghilangkan stress?

Justru sebaliknya, kafein membantu meningkatkan tingkat stress pada orang-orang yang memiliki rasa cemas dan akan menambah penderitaan pada orang-orang yang mengalami kepanikan.

3. Kopi memperlancar pencernaan?

Banyak orang beranggapan bahwa setelah meminum kopi dapat memperlancar pencernaan. Namun sebenarnya tidak demikian, dikarnakan sebuah penelitian tidak mengkonfirmasi atas persepsi ini bahkan sebaliknya, Membuat pencernaan makanan menjadi lebih sulit.

4. Kopi dan rokok adalah kombinasi yang buruk?

Semua penelitian memang menunjukkan bahwa seorang perokok memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi kopi lebih besar. Namun, nikotin sendiri memiliki efek mempercepat penghapusan kafaein dari tubuh. Sehingga jika ada yang beranggapan kopi dan roko adalah kombinasi buruk, sebenarnya tidak. Bahkan bagi mereka yang berhenti merokok tidak menutup kemungkinan berhenti mengkonsumsi kopi. Bahkan untuk waktu yang cukup lama.

5. Kopi meningkatkan resiko penyakit jantung?

Pada dasarnya, secangkir kopi yang di konsumsi oleh orang sehat tak berpengaruh terhadap jantung meski mengkonsumsi kopi 2-4 cangkir sehari. Bahkan penelitian pun tak pernah mengkonfirmasi bahwa terhadap kopi dan jantung memiliki sebuah keterkaitan.

6. Kopi meningkatkan resiko penyakit kanker?

Banyak orang yang beranggapan bahwa mengkonsumsi kopi dapat memicu adanya penyakit kanker, namun kenyataannya belum di buktikan secara ilmiah. Bahkan dua studi terbaru menemukan bahwa tak ada kaitannya antara minum kopi dan kanker.

7. Kopi membuat kecanduan?

Banyak dari para pengkonsumsi kopi secara tiba-tiba merasa menderita seperti sakit kepala, iritasi, ngantuk dan sebagainya saat mencoba terlepas dari ketergantungan meminum secangkir kopi. Namun sebenarnya gejala tersebut dapat hilang secara bertahap dengan sepenuhnya setelah beberapa hari. Kafein memang tak pernah membatasi seberapa besar jumlah yang di ciptakan untuk membuat candu. Namun 3 soda samadengan secangkir kopi cukup menciptakan rasa candu.

8. Kopi memperkuat seksualitas?

Kopi yang memiliki dampak pada kelamin merupakan mitos unik dari dampak meminum kopi, namun kabar yang dapat, kopi memang membantu menciptakan suasana tubuh yang lebih baik (kesuburan) dalam konsumsi kopi yang berlebihan. Meskipun begitu, dianjurkan bagi pencinta kopi untuk membatasi mengkonsumsi secangkir kopi.

9. Kopi lebih mempengaruhi bagi anak daripada orang dewasa?

Orang dewasa lebih sensitif terhadap kafein daripada anak-anak, secara umum kafein yang di keluarkan anak-anak lebih cepat di banding dengan orang dewasa. Meski tidak menimbulkan resiko dalam kadar yang sedikit, ada baiknya di hindari karna bisa mempengaruhi pola makan mereka.

10. Kopi dapat memulihkan kondisi dari keadaan mabuk?

Banyak orang mempercayai bahwa mitos unik dengan meminum kopi akan menghilangkan kondisi seseorang yang sedang mabuk menjadi normal. Bahwasanya kopi tak memiliki penawar untuk seseorang yang sedang mabuk. Dan gangguan yang disebabkan oleh mengkonsumsi alkohol dapat di ubah oleh kafein.bahkan, kopi dapat membantu orang yang mabuk tetap terjaga dalam kondisinya.

Dampak Negatif Minum Kopi

Kopi merupakan salah satu minuman yang mengandung kafein tingkat tinggi, tak heran jika banyak pula dampak negatif ketika di konsumsi secara berlebihan. Dengan ciri khas warna hitam pekat dan kekentalannya membuat secangkir kopi ini terasa begitu nikmat. oleh sebab itu kopi pun banyak dinikmati di seluruh penjuru dunia, Indonesia salah satunya.

Dampak negatif akan timbul jika di konsumsi secara berlebihan dan melebihi kemampuan tubuh untuk mengolah zat yang terkandung di dalam kopi

Kopi yang telah hadir sejak beribu-ribu tahun yang lalu ini menjadikan bahan kopi saat ini menjadi lebih bervarian. Seperti di tambahannya susu, moka, cappuccino, vanilla, dll.

Banyak dari kalangan pecinta kopi sendiri merasakan dampak yang positif dari minuman yang satu ini. namun tak dapat di pungkiri bahwasanya minuman kopi ini pun dapat menimbulkan banyak dampak negatif jika di konsumsi secara berlebihan, berikut ini rangkuman dampak negatif dari meminum kopi:

1. Gangguan Pencernaan

Niacin adalah salah satu senyawa yang dapat menyerap vitamin-vitamin dalam tubuh. Dengan terlalu banyaknya mengkonsumsi kopi, secara tidak langsung membuat seseorang merasa tetap bersinergi meski tidak mengkonsumsi makanan yang bernutrisi lainnya. dengan berkurangnya vitamin dalam tubuh membuat proses-proses dalam tubuh dapat terganggu.

2. Merubah Warna Gigi

Zat trigonelline yang terdapat di dalam kopi mampu membuat perubahan warna gigi jika di konsumsi secara berlebihan. Pada umumnya gigi akan berubah menjadi kekuningan.

3. Peningkatan Lambung

Dengan mengkonsumsi kopi secara berlebih dapat mengakibatkan asam lambung meningkat,di karnakan adanya sebuah zat quinic acid yang menciptakan rasa asam yang dapat merangsang pengeluaran asam lambung menjadi berlebih.

4. Ganguan Mata

Gangguan mata ini disebabkan oleh kandungan zat kafein dalam kopi yang merangsang exfoliation glaucoma bagi yang memiliki riwayat keluarga glaucoma. Maka oleh karena itu untuk pemilik riwayat keluarga glaucoma dianjurkan untuk membatasi konsumsi kopi yaitu maksimal 2 cangkir sehari untuk meghindari terjadinya gangguan tersebut.

Gejalanya adalah penekanan pada bolamata yang kemudian menyebabkn kerusakan syaraf optik yang dapat menyebabkan kebutaan permanen. resiko gangguan mata ini meningkat seiring dengan konsumsi kafein anda.

5. Peningkatan Detak Jantung

Kandungan kafein yang di miliki dalam kopi bersifat candu sehingga dapat mempengaruhi sistem kardiovaskuler atau meningkatnya detak jantung dan tekanan darah. Kemungkinan dampak negatif tersebut dapat timbul di sebabkan cara mengkonsumsi yang berlebihan. Selain kafein, ada pun zat yang dapat membuat candu, seperti quinic acid, ethyphenol, acetymethylcarbinol dll.

Namun efek kopi pada masing-masing individu berbeda beda, Hal ini dikarenakan kemampuan tubuh yang berbeda dalam menerima kadar dalam sebuah kopi. Meskipun minum kopi memiliki banyak sekali manfaat, sebaiknya anda perlu menjaga kadar dan intensitas minum kopi anda untuk menjaga dari dampak negatif meminum kopi.

Related Posts

Comments
Silahkan, saya ga nggigit !

Artikel Update