Sakit Perut Sedang Hamil Muda, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sakit Perut Sedang Hamil Muda, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sedang Hamil Muda
gunanya.com | Penyebab Sakit Perut Saat Hamil Muda

gunanya.com- Beberapa dari Anda, terlebih yang belum pernah memiliki pengalaman hamil sebelumnya, mungkin akan bertanya-tanya, normalkah sakit perut saat hamil muda? Pada prinsipnya, rasa pegal, nyeri dan kram di perut selama kehamilan adalah normal. Membawa bayi dalam kandungan menyebabkan penekanan pada otot, sendi, dan pembuluh darah di sekitar rahim Anda. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya rasa tidak nyaman di area sekitar perut.

Apalagi jika usia kehamilan sudah semakin membesar, otot-otot yang menyangga rahim Anda semakin meregang sehingga normal apabila Anda merasakan nyeri pada area tersebut. Jika tidak ada hal lain yang menyertainya, maka sakit perut yang Anda rasakan biasanya bukan sebuah masalah yang harus dikhawatirkan.

Seiring dengan pertumbuhan janin yang makin besar dan memenuhi rongga dalam rahim, rahim Anda akan cenderung 'miring' ke sisi kanan dan ligamen-ligamen yang ada di sekitarnya akan berkontraksi untuk menyangga rahim Anda. Sehingga tidak heran jika pada usia kehamilan yang sudah lanjut, biasanya pada trimester ketiga, Anda akan lebih sering mengalami kram pada perut Anda. Namun, bagaimana jika Anda merasakan sakit perut ketika Anda masih hamil muda?

"Normalkah Sakit Perut Saat Hamil Muda yang Saya Alami?"

Apakah Normal Sakit Perut Saat Sedang Hamil Muda?

Ketika usia kehamilan masih sangat muda, sakit perut yang terasa bisa menjadi sinyal awal kehamilan. Pada tahap ini, seorang wanita mungkin saja tidak menyadari bahwa dia hamil. Tanda awal kehamilan yang berupa sakit perut ini mirip dengan sakit perut yang Anda rasakan ketika Anda akan mendapatkan menstruasi. Hal ini disebabkan calon janin tengah melakukan proses implantasi (menempel) pada dinding rahim. Anda mungkin juga merasakan nyeri otot karena ligamen di perut Anda mulai meregang untuk menyiapkan rahim untuk menyambut penghuni baru.

Selain sakit perut saat hamil muda, tanda-tanda awal kehamilan lainnya dapat berupa rasa pusing, lelah yang lebih berat dari biasanya, mual, lebih sensitif terhadap bau, mulut terasa pahit atau asam, dan frekuensi buang air kecil yang lebih sering. Sebagian wanita juga mengeluarkan bercak darah atau flek.

Keluarnya bercak darah atau flek mungkin membuat Anda berpikir bahwa Anda tidak hamil. Akan tetapi, Anda akan mengamati bahwa keluarnya bercak darah atau flek berbeda dengan darah menstruasi. Bercak darah atau flex yang keluar karena tanda-tanda pertama kehamilan memiliki warna yang berbeda, dan tidak terlalu banyak keluar.

Selain tanda awal kehamilan, sakit perut saat hamil muda juga dapat disebabkan oleh hubungan badan. Nyeri perut yang terasa setelah melakukan hubungan badan mungkin menyerupai kram di perut atau nyeri ringan di bagian punggung. Anda mungkin khawatir sakit perut setelah hubungan badan yang Anda rasakan akan berdampak negatif pada janin. Namun banyak pendapat yang mengatakan bahwa hubungan badan aman dilakukan sepanjang masa kehamilan, tentu saja kecuali dokter kandungan Anda menyarankan sebaliknya.

Ketika usia kehamilan Anda mencapai sekitar minggu ke-12, Anda mungkin akan merasakan nyeri yang tajam pada salah satu atau kedua sisi area yang terletak antara perut dan paha ketika Anda berdiri, memiringkan tubuh atau melakukan gerakan peregangan. Hal ini normal, karena seiring dengan pertumbuhan janin otot-otot di sekitar perut juga akan mengalami peregangan.

Untuk meredakan sakit perut saat hamil muda, langkah awal yang biasanya langsung efektif adalah dengan beristirahat ketika nyeri mulai timbul. Jika Anda berdiri, cobalah untuk duduk sebentar. Jika memungkinkan, cobalah berbaring di sisi yang berlawanan di sebelah rasa sakit (jika sakit perut di sisi kanan, cobalah berbaring di sebelah kiri). Untuk meminimalisir timbulnya kembali sakit perut saat hamil muda, olahraga ringan pun tidak ada salahnya Anda lakukan, seperti misalnya berjalan atau berenang.

Selain itu, cobalah untuk memperbanyak asupan cairan dan ubah pola makan Anda menjadi sedikit tapi sering. Hal ini akan membawa perubahan yang signifikan. Apabila ada pasangan atau orang terdekat di sekitar Anda, Anda juga dapat meminta mereka untuk memijat bagian punggung bawah Anda dengan lembut untuk mengurangi rasa sakit. Anda pun dapat mencoba mandi air hangat atau meletakkan kantong atau botol berisi air hangat pada area yang nyeri, dan usahakan untuk tetap tenang.

Nyeri perut selama kehamilan harus diperhatikan

Meskipun dalam banyak kasus, kita dapat menyimpulkan bahwa sakit perut yang terjadi selama kehamilan umumnya hal yang normal, ini seharusnya tidak serta merta mengurangi kewaspadaan kita. Tidak ada salahnya untuk melaporkannya pada dokter, terlebih jika sakit perut yang Anda rasakan bertambah berat. Jangan tunda untuk pergi ke dokter jika rasa sakit tidak hilang setelah istirahat beberapa menit, atau jika rasa nyeri disertai dengan rasa sakit / panas saat buang air kecil, pendarahan, perut terasa kaku, muntah, dan demam.

Selain kemungkinan penyebab yang telah dijelaskan di atas, sakit perut selama kehamilan dapat disebabkan oleh hal-hal yang tidak terkait dengan kehamilan, seperti usus buntu, kista ovarium, batu ginjal, infeksi saluran kemih (ISK), atau adanya masalah pada kantung empedu. Apabila Anda memiliki myoma (tumor di rahim yang sifatnya jinak) yang selama ini tidak menimbulkan gejala, ketika Anda hamil mungkin myoma yang Anda miliki dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Dua hal berikut ini juga harus Anda waspadai:

Keguguran

Sayangnya, sakit perut saat hamil muda juga dapat menjadi salah satu tanda keguguran. Keguguran terjadi karena janin tidak berkembang dengan sempurna, dan lebih sering terjadi pada 12 minggu pertama masa kehamilan karena ini adalah masa yang paling rentan. Sakit perut yang Anda rasakan terpusat pada bagian tengah perut bawah Anda, disertai dengan kram dan pendarahan yang banyak. Jangan tunda untuk pergi ke fasilitas kesehatan terdekat, terutama jika Anda harus berganti lebih dari 1 pembalut (untuk menampung darah) tiap jam.

Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi apabila calon janin menempel di luar rongga rahim (kasus kehamilan ektopik paling banyak terjadi di tuba falopi), yang tentu saja tidak dapat berkembang dan pada akhirnya kehamilan tidak dapat dipertahankan. Seseorang mungkin mengalami kehamilan ektopik apabila Anda merasakan kram perut yang parah yang berawal dari satu sisi perut dan kemudian menyebar ke seluruh bagian perut Anda.

Ia juga akan mengeluarkan darah dari jalan lahir, yang biasanya berwarna gelap dan encer. Tanda-tanda ini biasanya muncul sekitar minggu ke-5 hingga ke-10 pada masa kehamilan. Mengingat kehamilan ektopik adalah kondisi yang serius, yang dapat mengancam keselamatan sang ibu apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, seseorang harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat apabila menunjukkan tanda-tanda seperti yang tersebut di atas. Mungkin artikel dengan judul 3 Hal aneh yang terjadi pada Ibu hamil, menarik juga untuk dibaca.

Demikian artikel yang dapat kami sajikan tentang sakit perut saat hamil muda, yang mencakup kemungkinan penyebab, cara meredakan, dan apa saja tanda dan gejala yang menyertai sakit perut tersebut yang harus diwaspadai. Selamat menikmati masa kehamilan Anda dan semoga selalu sehat!

Related Posts

Comments
Silahkan, saya ga nggigit !

Artikel Update