Manfaat Akar Purwaceng, Viagr4 Tradisional Ala Nusantara

Manfaat Akar Purwaceng, Viagr4 Tradisional Ala Nusantara

Manfaat Akar Purwaceng
gunanya.com | Manfaat Akar Purwaceng, Viagr4 Tradisional Ala Nusantara

gunanya.com- Purwaceng, Purwoceng atau Gunung Antantan (Pimpinella Pruatjan) adalah obat herbal bagi anggota Obat Apiaceae. Tanaman gunung ini terkenal dengan efektivitas afrodisiak (peningkatan gairah seksual) pada akarnya. Dalam perkembangannya, akar umumnya diproses dalam bentuk bubuk, campuran kopi atau susu. Penampilan fisik purwaceng adalah terna kecil yang tumbuh secara horizontal di permukaan tanah, seperti tanaman pegagan dan semanggi gunung, tetapi tidak menyebar atau merambat, daunnya kecil, hijau kemerahan dengan diameter 1-3 cm.

Purwaceng hanya ditemukan di Jawa, karena populasi yang rendah dan permintaan industri, saat ini semakin langka karena hanya tumbuh di daerah pegunungan yang tinggi. Area yang diketahui masih eksis dengan Purwaceng, adalah Dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Tempat lain melaporkan bahwa Purwaceng juga tumbuh adalah pegunungan Hyang (juga dikenal sebagai Suripandak Abang) dan Pegunungan Tengger (dikenal sebagai Gebangan Dhepok). Upaya untuk budidaya dan pengembangbiakan masih mengalami kesulitan, karena tanaman ini sulit untuk menghasilkan benih. Penelitian propagasi in vitro melalui tanaman jaringan telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Studi Manfaat Akar Purwaceng

Kemanjuran afrodisiak purwaceng telah dituliskan oleh kalangan istana di Jawa. Penelitian ilmiah, baru akan dimulai pada saat ini. Dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh beberapa universitas domestik, diketahui bahwa ada efek nyata konsumsi tanaman purwaceng untuk meningkatkan kapasitas seksual. Oleh karena itu, Purwaceng sering disebut "Viagra tradisional" atau "Viagra Indonesia".

Seperti dikutip oleh hasil studi Institut Bogor Institut Pertanian (IPB) pada tahun 2007, semua bagian tanaman purwaceng dapat digunakan sebagai obat tradisional, tetapi bagian yang paling efektif adalah akar. Lembaga penelitian dan pengembangan kehutanan juga mengkonfirmasi bahwa akarnya memiliki sifat-sifat sebagai aprosiadiak, yaitu sifat-sifat obat yang dapat meningkatkan atau meningkatkan resistensi dan stamina.

Purwaceng atau Purwoceng dikenal sebagai tanaman khas Dataran Tinggi, Jawa Tengah.

Secara umum, tanaman atau tanaman efektif karena kandungan aprosidiak mengandung senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin dan senyawa lain yang efektif sebagai penguat tubuh dan memfasilitasi kelancaran sirkulasi darah. Bahan aktif Purwaceng yang paling umum ditemukan pada akar yang menyerupai wortel dan putih, panjang sekitar 10 cm. Akar purwaceng mengandung turunan dari senyawa Kumarin yang sering digunakan dalam industri obat modern, tetapi bukan untuk aprodisiak, tetapi untuk antibakteri, anti-jamur dan antikanker.

Namun, sebuah penelitian yang dikutip tentang buku mitos seputar masalah seksual dan kesehatan reproduksi, Sabtu (23/2010) mengatakan bahwa Purwaceng dapat meningkatkan hasrat seksual, meningkatkan hormon testosteron dan meningkatkan jumlah sperma, adalah obat yang solid untuk herbal. Untuk mendapatkan manfaat nyata, Purwaceng harus dikonsumsi secara teratur selama 7-15 hari. Selain itu, tanaman ini juga cukup efektif untuk menghangatkan tubuh, saraf dan otot, menghilangkan masuk angin dan nyeri, perlancar buang air kecil, obat analgetika (menghilangkan rasa sakit), mengurangi panas, obat cacing, antibakteri dan anti kanker.

Purwaceng asli memiliki rasa yang khas, yang pedas berasal dari akar dan biji-bijiannya

Hampir semua bagian tanaman purwaceng dapat digunakan. Namun, yang paling banyak digunakan pada tanaman dengan nama ilmiah Pimpinella Pruatjan adalah bagian akar. Akar purwaceng umumnya diproses dalam bentuk bubuk atau serbuk, dan digunakan sebagai campuran minuman, seperti kopi atau bahkan susu. Keberadaan serangkaian bahan kimia di akar purwaceng membuatnya dipertimbangkan atas khasiatnya, termasuk penambahan stamina pria.

Sebagian masyarakat bertanya, mampukah purwaceng mengatasi masalah disfungsi ereksi?

Terkait dengan ini, Dr. Atmko, Sp.U (K) dari Departemen Urologi FKUI-RSCM menjelaskan, sebagian masyarakat percaya bahwa Purwaceng dan Pasak Bumi termasuk obat herbal yang dapat mengobati disfungsi ereksi. Namun, menurut Widi, sejauh ini, klaim itu belum ditunjukkan melalui uji klinis.

"Sebenarnya, obat herbal ini jika telah melalui uji klinis, dosisnya jelas, itu bisa menjadi salah satu daya tarik". "Tapi, tentu saja, harus melalui serangkaian uji klinis yang benar-benar sesuai dengan terapi medis di dunia dan tingkat internasional." Ini diungkapkan oleh Widi di seminar web dengan ICTEC RSCM FKUI pada hari Selasa (27/10/2020).

Dia menambahkan, dokter selalu mendorong pasien untuk mengkonsumsi obat-obatan yang telah melakukan serangkaian uji klinis, karena obat-obatan ini sangat terkait erat dengan pembuluh darah. Bahkan, obat-obatan resmi yang digunakan dengan sembarangan dengan dosis yang salah dapat berakibat fatal bagi pasien. Dia mencontohkan apabila obat kuat dikonsumsi bersama dengan obat-obatan jantung yang mengandung nitrat, "Bisa berbahaya, nitrat mengurangi tekanan pada pembuluh darah jantung, sementara obat-obatan kuat melebarkan pembuluh darah. Sehingga tensinya bisa sangat sangat drop, menjadi sangat-sangat berbahaya," katanya.

Oleh karena itu, penting bahwa masalah disfungsi ereksi lebih baik dikonsultasikan ke dokter agar mendapatkan saran perawatan yang tepat. "Sampai saat ini dari sisi medis, kami selalu merekomendasikan pasien pria untuk mendapatkan obat-obatan yang telah melalui serangkaian uji klinis," kata Widi. Mungkin artikel dengan judul Merawat dan Menjaga Kesehatan Dengan Minyak Jarak, menarik juga untuk di baca.

Related Posts

Comments
Silahkan, saya ga nggigit !

Artikel Update