Resiko Memakan Rokok, Waspadalah dan Jangan Pernah Mencoba

Resiko Memakan Rokok, Waspadalah dan Jangan Pernah Mencoba

Resiko Memakan Rokok
gunanya.com | Resiko Memakan Rokok, Waspadalah dan Jangan Pernah Mencoba

Bahaya Memakan Rokok Daripada Menghisapnya

gunanya.com- Dikutip dari situs dinkes.bantenprov.go.id, Rokok adalah lintingan atau gulungan tembakau yang digulung/dibungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung, berukuran rata-rata sebesar  kelingking dengan panjang 8 sampai 10 cm, biasanya dihisap setelah dibakar ujungnya. Rokok merupakan penyumbang bahan kimia berbahaya bagi tubuh ketika di konsumsi. Membakar dan menghisap hanya sebatang rokok saja, dapat memberikan lebih dari 4000 jenis bahan kimia ke dalam tubuh. 400 bahan kimia diantaranya sangat beracun dan 40 jenis bahan kimia yang terkandung diantaranya bisa berakumulasi dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker.

Rokok termasuk salah satu golongan zat adiktif karena dapat menyebabkan adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang menghisapnya. Artinya, rokok termasuk golongan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Alkohol, dan Zat Adiktif). Mengonsumsi rokok dengan cara dibakar lalu dihisap mungkin sudah biasa, tapi apa jadinya jika batangan rokok utuh ditelan dan dikunyah mulut?

Satu batang rokok umumnya mengandung tembakau dengan kadar 20 miligram nikotin di dalamnya. Saat dimakan, total nikotin itu akan masuk utuh ke dalam tubuh. Ini tentu berbeda saat rokok dibakar dan dihisap, sebatang rokok yang terhisap akan menyumbang sekitar 1,5 miligram nikotin, seperti diwartakan The Daily Mail, Rabu (16/9/2020). Jadi, bisa dipastikan sat dimakan, sebatang rokok berisiko membuat orang jatuh sakit karena asupan nikotin yang berlebih, bahkan besar kemungkinannya ia akan muntah sebelum seluruh nikotin itu tercerna.

Rokok termasuk salah satu golongan zat adiktif karena dapat menyebabkan adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang menghisapnya.

Sebuah kasus pernah terjadi, seorang memakan 75 batang rokok dengan kandungan 1.500 miligram nikotin sebagai upaya bunuh diri. Namun ia berhasil selamat dan membagikan kisahnya. Ia mengaku muntah sebelum merasakan kerusakan permanen di tubuhnya. Tapi muntah bukan berarti Anda akan baik-baik saja setelah menelan 1 bungkus atau 20 batang rokok, Anda akan mengalami efek samping keracunan nikotin. Bersamaan dengan muntah, Anda juga akan mengalami efek berupa sakit perut parah yang berlangsung selama berhari-hari.

Sementara itu, mengutip dari Alodokter, nikotin bisa menimbulkan efek kesenangan sementara di otak yang membuat seseorang ketergantungan. Mengakibatkan orang yang kecanduan nikotin akan merasakan cemas dan mudah marah jika sewaktu-waktu tubuhnya tidak mendapatkan asupan nikotin. Setiap kali nikotin yang masuk ke tubuh terserap darah dan menuju otak, nikotin akan merangsang pelepasan dopamin, salah satu hormon bahagia yang membantu memperbaiki suasana hati dan menimbulkan rasa puas. Disamping itu juga racun yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan individu yang kecanduan nikotin memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung, stroke, dan kanker dibanding mereka yang tidak merokok.

Related Posts

Comments
Silahkan, saya ga nggigit !

Artikel Update