Manfaat dan Bahaya Ubi Jalar

Manfaat dan Bahaya Ubi Jalar

Manfaat dan Bahaya Ubi Jalar
gunanya.com | Manfaat dan Bahaya Ubi Jalar

Kenali Ubi Jalar dan Bahaya Mengkonsumsinya

gunanya.com- Ubi jalar (Ipomoea batatas) atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan sweet potato adalah sejenis tanaman yang bisa di budidayakan. Bagian yang digunakan adalah akar yang membentuk umbi yang mengandung tinggi nutrisi (karbohidrat).

Di Afrika, umbi ubi jalar adalah satu dari sekian sumber utama makanan yang penting. Di Asia, selain menggunakan umbi-umumbiannya, daun ubi jalar muda juga dimanfaatkan sebagai menu sayuran. Ada juga beberapa jenis ubi jalar yang digunakan sebagai tanaman hias karena keindahan daunnya. Banyak masyarakat yang mengenal ubi ini sebagai ketela rambat, huwi boled (Sunda), tela rambat (Jawa), sweetpotato (Inggris) dan shoyo (Jepang) adalah sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan.

Ubi jalar adalah merupakan salah satu pengganti bahan makanan pokok yang dianggap baik untuk kesehatan.

Selain karbohidrat sebagai kandungan utama, ubi jalar juga mengandung vitamin, mineral, fitokimia (antioksidan) dan serat (pektin, selulosa, hemiselulosa). Ada beberapa jenis ubi jalar di Indonesia, yaitu Daya, Borobudur, Prambanan, Mendut, Kalasan, Muara Takus, Kangkuang, Sewu. Sedangkan varietas baru yang dirilis pada tahun 2001 antara lain: Cilembu berasal dari Sumedang. Setiap varietas memiliki ciri dan khas rasa yang berbeda.

Ubi Cilembu adalah salah satu produk pertanian unggulan di pemerintah Kabupaten Sumedang. Daerah penghasil ubi cilembu adalah dari daerah Cilembu, Cadas, Pangeran, Sumedang. Ubi berwarna kulit gading, garis-garis, dan panjang, sementara cairan getahnya akan meleleh seperti madu ketika dipanggang. Ubi ini terasa sangat manis dan pulen, tidak seperti varietas kebanyakan ubi lainnya. Rasa manis ubi Cilembu akan lebih terasa ketika ubi dibakar menggunakan oven, terutama ketika ubi mentah disimpan selama lebih dari seminggu sebelum di olah.

Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis, tetapi masih diperdebatkan tentang asal-usul yang sebenarnya. Mereka yang tidak menyetujui asal-usul ubi jalar dari Papua mengklaim bahwa orang-orang Indian lah yang telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar hingga sampai ke Asia. Namun pendapat ini secara luas ditentang karena bertentangan dengan fakta klimatologis dan antropologis.

Terlepas dari rangkuman dari sumber wikipedia yang telah dipaparkan di atas, Ubi jalar adalah merupakan salah satu pengganti bahan makanan pokok yang dianggap baik untuk kesehatan. Selain mengandung karbohidrat, makanan ini juga tinggi serat, vitamin, mineral, kalsium, zat besi, dan zat lainnya. Ubi yang memiliki ragam warna diantaranya oranye, kuning, putih, merah, atau ungu efektif menurunkan berat badan, menjaga kesehatan mata, mengatasi diabetes, menurunkan tekanan darah, mengobati gangguan pencernaan, meningkatkan imun tubuh, mengurangi antiradang, meningkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes, hingga mengurangi risiko kanker.

Meski dianggap baik, ternyata mengonsumsi ubi jalar secara berlebihan dapat merugikan apalagi untuk orang yang memiliki riwayat kesehatan tertentu. Berikut beberapa risiko yang perlu Anda ketahui.

  1. Batu ginjal
    Ubi jalar kaya akan asam oksalat dan kalsium sehingga tubuh sulit memecahnya jika terlalu banyak. Akibatnya, nutrisi tambahan tersebut dapat menumpuk sehingga menyebabkan pembentukan batu ginjal. Oleh sebab itu, penderita gangguan disarankan membatasi konsumsi ubi jalar. Tapi, Anda dapat mengurangi risiko pembentukan batu ginjal dengan minum banyak cairan saat memakannya. Cara ini mencegah asam oksalat dan kalsium berikatan membentuk kristal sebelum diolah oleh ginjal

  2. Peningkatan kadar kalium dalam darah
    Kandungan kalium yang banyak pada ubi jalar ternyata dapat menimbulkan interaksi obat pada pengguna obat beta-blocker karena meningkatkan kadar kalium dalam darah. Obat ini biasanya diresepkan pada penderita penyakit jantung.

  3. Gangguan pencernaan
    Ubi jalar mengandung salah satu jenis alkohol gula bernama mannitol. Bagi beberapa orang yang memiliki sistem pencernaan sensitif atau intoleransi terhadap makanan yang mengandung mannitol, makanan ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan setiap kali makan ubi jalar. Misalnya, nyeri lambung, kram perut, kentut, diare, atau sembelit.

  4. Karotenodermia
    Kandungan beta karoten yang merupakan bentuk awal dari vitamin A memang bermanfaat untuk menjaga imun tubuh dan fungsi organ tubuh yang penting, seperti jantung, paru-paru, dan ginjal. Akan tetapi, saat Anda terlalu berlebihan mengonsumsi ubi jalar dapat mengakibatkan perubahan pada warna kulit menjadi oranye atau kekuningan. Kondisi ini memang tidak mengganggu kesehatan, hanya mempengaruhi penampilan orang yang mengalaminya.

Bagaimana? sebaiknya konsumsi lah ubi jalar secukupnya dan jangan terlalu berlebihan, kalau memang sangat menyukainya, sebaiknya dikombinasikan dengan makanan lainnya yang bisa menyeimbangkan zat dan kandungan yang berlebih pada ubi jalar ini. Mungkin pilihan lainnya adalah, coba lah untuk mengolahnya menjadi berbagai macam olahan dan jangan hanya mengkonsumsinya hanya pada satu jenis olahan saja ya. Mungkin artikel dengan judul Manfaat Daun Palem Bagi Kehidupan Manusia, menarik juga untuk di baca.

Related Posts

Comments
Silahkan, saya ga nggigit !

Artikel Update