Nasib Kelanjutan Tayangan Sinetron Dari Jendela Anak SMP Update

Nasib Kelanjutan Tayangan Sinetron Dari Jendela Anak SMP Update

Nasib Kelanjutan Tayangan Sinetron Dari Jendela Anak SMP
Emiliano Cortizo, Sandrinna Michelle, dan Rey Bong jadi pemeran utama sinetron Dari Jendela SMP. (Foto: Instagram/sandrinna_11)

Sinetron Dari Jendela Anak SMP Terancam di Hentikan Penayangannya Jika Saja Ditemukan Pelanggaran

gunanya- Setelah kisruh sebelumnya atas pelaporan mengenai sinetron Dari Jendela Anak SMP yang mulai tayang pertama kali pada tanggal 29 Juni 2020 lalu. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengaku telah mendapatkan sejumlah aduan dari masyarakat mengenai tayangan sinetron Dari Jendela SMP, diduga melanggar sejumlah aturan dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Tidak hanya dari masyarakat, laporan juga dilayangkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Tanggapan Netizen

Nasib Kelanjutan Tayangan Sinetron Dari Jendela Anak SMP Update
Tanggapan dan Komentar Netizen via: tagar.id

Hal itu diungkapkan selaku Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah yang menyebut bahwa aduan menilai tayangan sinetron Dari Jendela SMP tidak pantas masuk ke layar televisi. Beberapa aduan lain menganggap, serial drama itu tidak ramah anak lantaran mengangkat tema percintaan di usia sekolah. "Yang diadukan adalah muatan cerita yang tidak ramah anak, penggambaran cerita yang mengarah pada potensi menginspirasi menikah muda, substansi cerita tentang hubungan di luar nikah usia SMP, dengan klasifikasi program R 13+," ujar dia. Menanggapi aduan tersebut, Nuning mengatakan saat ini pihaknya di KPI masih terus menyoroti ketat penayangan sinetron Dari Jendela SMP, sejak program tersebut disiarkan pertama kali di stasin SCTV pada 29 Juni 2020 lalu.

Menurutnya, KPI tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi kepada stasiun televisi SCTV selaku pihak penayang, jika kelak menemukan pelanggaran dalam tayangan sinetron Dari Jendela SMP. "Apabila dalam kajian KPI ditemukan pelanggaran terhadap pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3SPS) maka akan diberikan sanksi tegas terhadap sinetron tersebut. Sanksi sebagaimana diatur di P3SPS dapat berupa teguran tertulis, penghentian sementara, atau pengurangan durasi tergantung pada jenis pasal yang dilanggar,:" kata dia.

KPI Menggelar Pertemuan Perwakilan SCTV

Diberitakan sebelumnya, kontroversi penayangan sinetron Dari Jendela SMP bermula saat sejumlah masyarakat menilai tayangan yang diadaptasi dari cerita novel karya Mira W itu terlalu vulgar dan tidak pantas diangkat ke layar kaca lantaran dalam cerita versi novel terdapat kisah kehamilan di luar pernikahan pada seorang gadis belia. Menanggapi hal itu, KPI pun menggelar pertemuan dengan perwakilan SCTV selaku stasiun yang menayangkan sinetron tersebut, guna mendapatkan keterangan lengkap tentang sinetron Dari Jendela SMP yang sempat diributkan oleh warganet.

Dalam pertemuan tersebut, Deputi Direktur Program SCTV David Suwarto memastikan alur cerita sinetron Dari Jendela SMP telah disesuaikan sedemikian rupa dari cerita asli versi novel. Ia juga menegaskan tidak ada cerita kehamilan di usia sekolah sebagaimana yang ramai diperbincangkan warganet di media sosial. "Meskipun adaptasi dari novel, namun tetap ada perbedaan jalan cerita," kata David.

Tanggapan Deputi Direktur Program SCTV

Menurut David, secara umum cerita dalam sinetron yang merupakan drama keluarga ini justru memiliki tujuan untuk memberikan peringatan kepada orang tua, tentang pentingnya pendidikan seksual untuk remaja.

Tindakan KPI Menanggapi Aduan Masyarakat

Dari berbagai macam aduan tersebut, pihak KPI sedang melakukan kajian mendalam atas sinetron yang kini sedang trending di YouTube itu. Jika mereka menemukan pelanggaran etika siaran maka pihak KPI tak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas. Nuning juga menegaskan bahwa pihaknya selalu mengawasi setiap tayangan Dari Jendela SMP yang baru mulai pada 29 Juni 2020 kemarin.

Sanksi Yang Akan Diberlakukan

"Apabila dalam kajian KPI ditemukan pelanggaran terhadap pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3SPS) maka akan diberikan sanksi tegas terhadap sinetron tersebut. Sanksi sebagaimana diatur di P3SPS dapat berupa: teguran tertulis, penghentian sementara, atau pengurangan durasi tergantung pada jenis pasal yang dilanggar," Nuning menegaskan. Sebelum tayang perdana, pihak SCTV dikatakan telah datang ke KPI pada 26 Juni 2020 untuk mendiskusikan sinetron Dari Jendela SMP. Mereka mengatakan akan merubah jalan cerita agar masih layak tayang dan menghilangkan adegan hamil di usia muda. Dalam rangka menyampaikan informasi dan mengklarifikasi (pihak SCTV mengatakan) tidak ada cerita kehamilan di usia sekolah sebagaimana yang ramai diperbincangkan warganet di media sosial,” kata Nuning.

Tak hanya itu, sinetron yang tayang setiap hari pada pukul 18.20 WIB itu juga masih dilakukan kajian ulang apakah jam tayang dan alur cerita sudah sesuai aturan atau tidak. Pihak KPI menegaskan akan segera menindaklanjuti jika melihat pelanggaran.

“Meskipun sudah sampaikan klarifikasi tentang hal tersebut (adegan dewasa), tidak ada jaminan bahwa tayangan tersebut tidak melanggar. Ranah KPI adalah melakukan pengawasan pasca tayang dan apabila ditemukan pelanggaran dalam tayangan tersebut, pasti akan ditindak tegas,” kata Nining Rodiyah terkait sinetron Dari Jendela SMP.

sumber: https://www.tagar.id/kpai-laporkan-sinetron-dari-jendela-smp-ke-kpi

Related Posts

Comments
Silahkan, saya ga nggigit !

Artikel Update