Manfaat Buah Markisa Kaya Vitamin

Manfaat Buah Markisa Kaya Vitamin

Manfaat Buah Markisa Kaya Vitamin
gunanya.com | Ilustrasi Buah Markisa Saat Masih Muda

Manfaat dan Khasiat Herbal Buah Markisa

gunanya.com- Rasanya kecut sedikit manis, namun terasa segar, itulah ciri khas buah markisa. Terlebih kalau dinikmati dengan tambahan sedikit gula dan es batu saat cuaca sedang panas. Buah markisa tentunya tidak asing ditelinga bagi penggemar tanaman dan buah. Bahkan oleh-oleh sirup markisa sudah menjadi ciri khas daerah tertentu seperti di daerah Makassar, Sulawesi Selatan, atau Medan, Sumatera Utara. Buah yang berbentuk bulat dan mempunyai biji berselaput kuning itu mempunyai rasa yang khas. Aroma markisa pun sangat enak dan segar. Pantas saja jika buah ini digunakan sebagai bahan utama pembuatan sirup. Buah yang berasal dari daerah subtropis di Amerika ini mempunyai beragam manfaat.

Dilansir dari wikipedia menyebutkan bahwa markisa yang kaya vitamin ini, konon biasa juga dikonsumsi orang-orang Amerika Selatan secara tradisional untuk membantu tidur. Bahkan menurut mereka, makan satu buah markisa sebelum tidur bisa membuat mimpi indah. Seperti dikutip dari situs ipb.ac.id, buah markisa memiliki banyak kandungan passiflorin, suatu zat yang menenteramkan urat saraf, yang memiliki manfaat untuk membuat saraf menjadi rileks. Buah yang satu ini memang sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan karena kandungan nutrisinya.

Penelitian yang dilakukan oleh Sita Sharan Patel dari Pusat Penelitian Kardiovaskular, Institut Farmasi Himalayan, Majhitar, Rangpo, India, mengungkapkan, Passiflora edulis, nama ilmiah markisa, adalah salah satu dari tanaman yang digunakan dalam tradisi pengobatan Ayurveda di India, sebagai obat penenang, kecemasan, dan hipertensi. Bahkan, penelitian tersebut juga telah mengungkapkan penggunaannya dalam antiinflamasi, antimikroba, menurunkan lipid, antioksidan, dan antitumor. Perlu penelitian lanjutan untuk menguji potensi penggunaan ekstrak markisa dalam pencegahan patologi, seperti diabetes mellitus, jantung iskemia, iskemia ginjal, dan neurodegeneratif, yakni penyakit di mana stres oksidatif kerusakan protein tampaknya memainkan peran utama. Tanaman ini menjadi spesies yang terancam punah. Perlu dilakukan penyelamatan agar tanaman ini tetap tumbuh. Studi in vitro di University of Florida juga mendapati, ekstrak buah markisa mengandung banyak fitokemikal yang dapat membunuh sel-sel kanker. Fitokimia tersebut antara lain polifenol dan karotenoid.

Morfologi Tanaman Buah Markisa

Markisa seperti dikutip dari usu.ac.id, merupakan tumbuhan semak atau pohon yang hidup menahun (perennial) dan bersifat merambat atau menjalar hingga sepanjang 20 meter atau lebih. Batang tanaman berkayu tipis, bersulur dan memiliki banyak percabangan yang kadang-kadang tumbuh timpang tindih. Pada stadium muda, cabang tanaman berwarna hijau dan setelah tua berubah menjadi hijau kecokelatan.

Daun

Tanaman ini sangat rimbun, tumbuh secara bergantian pada batang atau cabang. Tiap helai dari daun bercaping tiga dan bergerigi, dengan berwarna hijau mengkilap. Tanaman markisa berbunga tunggal, bulat menyerupai seperti mangkok, memiliki kelamin dua (hermafrodit), dan menempel di ketiak daun.

Tangkai

Bergerigi, berwarna hijau. Mahkota buah markisa jika dilihat berbentuk lonjong, permukaannya beralur, warna ungu.

Benang sari

Bertangkai, berbentuk tabung, berwarna ungu.

Kepala sari

berbentuk silindris dengan warna putih, putiknya pendek berwarna kuning dengan kelopak bunga berbentuk lonjong warna hijau.

Semua jenis markisa seperti dikutip agroteknologi.web.id, termasuk dalam tanaman buah penyerbuk silang yang dapat dilakukan dengan bantuan lebah madu. Buah markisa sendiri jika dilihat maka berbentuk lonjong dengan panjang kurang lebih sekitar 20 cm, berdiameter kurang lebih 15 cm, dengan berat total sekitar 3 hingga 5 kilogram, berwarna hijau ke putih-putihan. Buah markisa yang sudah masak dan ranum pada umumnya akan berwarna kekuningan dan memiliki aroma khas harum buah markisa. Biji buah markisa berbentuk bulat pipih. Panjangnya sekitar 0,3 cm, berwarna putih. Akar tanaman markisa adalah jenis akar tunggang berwarna putih kotor. Markisa, atau Passiflora edulis, menurut Wikipedia, yang tergolong ke dalam tanaman genus Passiflora, berasal dari daerah tropis dan subtropis di Amerika.

Nama lain yang dikenal untuk buah ini di antaranya maracuja (Portugis), maracuya (Spanyol), passion fruit (Inggris), granadilla (Amerika Selatan dan Afrika Selatan), pasiflora (Israel), lilikoƊ»i (Hawaii), dan lac tien, chanh day, atau chanh leo (Vietnam). Ahli botani Soviet (negara yang pecah di antaranya menjadi Rusia, Red) Nikolai Ivanovich Vavilov, menurut situs uajy.ac.id, yang memastikan bahwa sentra utama asal tanaman markisa adalah daerah Amerika Selatan, terutama Peru, Ekuador, dan Bolivia. Buah markisa yang pertama kali ditemukan dan dikenal di tempat asalnya adalah markisa kuning dan markisa ungu.

Tanaman markisa merupakan tanaman menjalar atau merambat yang harus diberi lanjaran atau penyangga sebagai jalur menjalarnya. Habitat aslinya di daerah pegunungan berhawa sejuk, namun bisa juga ditanam dan berbuah juga di dataran rendah. Di Indonesia sudah terdapat dua jenis markisa, diantaranya yaitu markisa ungu (Passiflora edulis) yang tumbuh di dataran tinggi, dan markisa kuning (Passiflora flavicarva) yang tumbuh di dataran rendah. Beberapa daerah yang sampai saat ini menjadi sentra produksi markisa ini antara lain Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Sementara, ada pula varian markisa yang tumbuh di daerah Sumatera Barat yang disebut sebagai markisa manis (Passiflora edulis forma flavicarva). Sumatera Utara, merupakan salah satu daerah sentral produksi markisa di Indonesia. Industri pengolahan buah markisa menjadi produk minuman (sari markisa) di daerah itu, menawarkan produk limbah berupa kulit buah markisa yang sangat potensial untuk digunakan sebagai pakan ternak.

Khasiat Herbal Buah Markisa

Markisa, seperti dikutip dari pertanianku.com, kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C, fosfor, kalsium, magnesium, zat besi, dan kalium. Kandungan yang terdapat pada fitokimia pada buah markisa adalah harman, passiflorin, harmalin, harmol, viteksin, karotenoid, harmine, krisin, dan isoviteksin. Markisa mempunyai khasiat untuk menyembuhkan gejala alergi kronis. Juga pemulihan kondisi pasien gangguan liver dan ginjal, serta memicu peningkatan kekebalan tubuh dan kekuatan antibodi dalam darah. Bahkan markisa juga memiliki kemampuan untuk menyaring, memisahkan, dan membuang racun dari dalam tubuh. Selain itu, bisa meningkatkan kesegaran kulit tubuh dan merangsang pertumbuhan sel muda pada kulit wajah.

Dari hasil penelitian laboratorium, markisa juga mengandung vitamin C dosis tinggi dan antioksidan. Warna kulit markisa yang ungu serta warna daging yang berwarna oranye, menunjukkan bahwa buah itu kaya akan antioksidan. Antioksidan bertugas untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Markisa memiliki air dan antioksidan yang mampu larut dengan baik didalam lemak. Beta-karoten adalah Salah satu antioksidan utama yang ditemukan dalam markisa. Dian Bniarie dari Program Studi Ilmu Biomedik Universitas Udayana Bali melakukan penelitian tentang pemberian krim ekstrak biji markisa yang dapat menghambat kadar Matrix Metalloproteinase (MMP 1), dan penurunan jumlah kolagen pada tikus wistar yang dipapar sinar UV B. Hasil penelitian menunjukkan pemberian krim ekstrak biji markisa 100 persen dapat menghambat peningkatan kadar MMP-1 dan penurunan jumlah kolagen pada tikus wistar jantan yang dipapar UV-B.

Antioksidan yang terdapat pada biji markisa mengandung kombinasi antioksidan yang kuat yaitu Piceatannol resveratrol, vitamin C, karotenoid dan flavonoid. Piceatannol adalah antioksidan utama dalam biji markisa, yang dapat menghambat proses penuaan pada kulit paling banyak terjadi akibat pajanan sinar matahari terutama sinar UV-B. Tim peneliti dari Departemen Bioteknologi, School of Life Sciences Universitas Maharashtra India, juga meneliti penggunaan obat tradisional (ekstrak herbal markisa) untuk menyembuhkan berbagai penyakit, seperti diare,usus saluran, tenggorokan, infeksi telinga, demam, dan penyakit kulit. Sedangkan, Kurniati Arsyi, dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, meneliti efek diuretik ekstrak etanol daun markisa pada tikus putih jantan wistar. Dari hasil penelitiannya terbukti pada ekstrak etanol daun markisa memiliki efek diuretik dari ekstrak etanol.

Referensi: www.satuharapan.com

Related Posts

Comments
Silahkan, saya ga nggigit !

Artikel Update