Kulit Durian sebagai Obat Nyamuk dan Krim Pengobatan Infeksi Jamur

Kulit Durian sebagai Obat Nyamuk dan Krim Pengobatan Infeksi Jamur

Manfaat Kulit Durian sebagai Obat Nyamuk
gunanya.com | Kulit Durian sebagai Obat Nyamuk dan Krim Pengobatan Infeksi Jamur

Pemanfaatan Kulit Durian sebagai Obat Nyamuk

gunanya.com- Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat melimpah. Berbagai macam jenis flora dan fauna ada Indonesia. Salah satu dari jenis flora adalah tanaman durian. Durian tumbuh di daerah yang beriklim tropis. Produksi durian yang tertinggi di dunia adalah Thailand, Malaysia dan Indonesia. Tanaman Durian termasuk dalam keluarga Bombaceae, genus Durio yang kerabat dekat dengan kapuk randu. Tanaman durian ( Durio sp ), merupakan salah satu jenis buah- buahan yang terdapat dan berasal dari Indonesia yang produksinya melimpah. Buah durian yang dapat dimakan dagingnya hanya sekitar 20-35 %, sisanya berupa kulit 60-75%, dan biji 5-15 % yang terbuang sebagai sampah. Buah durian disebut juga The King of Fruit sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat karena rasanya yang khas.

Kulit durian merupakan salah satu limbah rumah tangga yang dibuang sebagai sampah dan tidak memiliki nilai ekonomi. Sangat disayangkan jika limbah kulit durian dibiarkan begitu saja. Sesungguhnya kulit durian memiliki manfaat yang belum banyak diketahui. Kulit durian yang diolah dapat menjadi obat nyamuk dan krim sebagai obat herbal pengobatan infeksi jamur.

Nyamuk
gunanya.com | Ilustrasi: Nyamuk penyebab DBD

Di Indonesia dikenal ada 3 macam jenis nyamuk Aedes yang biasa menularkan penyakit DBD yaitu:

- Aedes aegypti

- Aedes albopictus dan

- Aedes scutelaris.

Dari ketiga jenis nyamuk tersebut, Aedesaegypti merupakan nyamuk yang paling berperan dalam penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan demam virus berat yang terjadi secara sporadik dan epidemik yang ditularkan diantara manusia dan primata lainnya melalui gigitan nyamuk. Kasus DBD setiap tahun di Indonesia terus meningkat dan bahkan makin merajalela dengan pemanasan global. Cara yang tepat dalam pemberantasan penyakit DBD adalah dengan pengendalian vektor nyamuk sebagai penular. Untuk mengurangi efek samping dari bahan kimia maka perlu dikembangkan obat-obat penolak nyamuk dari bahan yang terdapat di alam yang lebih aman untuk manusia dan lingkungan, serta sumbernya tersedia dalam jumlah yang besar. Karena terbuat dari bahan alami diharapkan obat nyamuk jenis ini akan lebih mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.

Referensi penelitian tentang kulit durian untuk dijadikan obat nyamuk

Berdasarkan penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Oktavianingrum dkk, kulit durian mengandung minyak atsiri, flavonoid, saponin, unsur selulosa, lignin, serta kandungan pati. Kandungan dalam kulit durian tersebut mempunyai bau yang sangat menyengat dan tidak disukai oleh nyamuk, sebab efek kandungan tersebut bisa mempengaruhi syaraf pada nyamuk dan akibat yang di timbulkannya adalah nyamuk mengalami kelabilan dan akhirnya mati. Minyak atsiri atau disebut juga juga minyak eteris (essential oil atau volatile) adalah komoditi ekstrak alami dari jenis tumbuhan yang berasal dari daun, bunga, kayu, biji-bijian bahkan putik bunga.

Perbandingan efektifitas obat nyamuk elektrik dan ekstrak kulit durian

Siti Mardiyah dan Moh. Imam Royaldi juga pernah melakukan penelitian tentang perbedaan daya usir nyamuk Aedes aegypty antara obat nyamuk elektrik dan ekstrak kulit durian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak kulit durian memiliki efektifitas daya usir yang lebih kecil dari pada obat nyamuk elektrik. Adanya perbedaan efektifitas daya usir dari kedua bahan tersebut dikarenakan zat aktif pada keduanya berbeda.

Perbedaan kandungan zat aktif pada kedua bahan tersebut dapat mengakibatkan perbedaan kekuatan dan toksisitas terhadap nyamuk menjadi berbeda. Bertambahnya jumlah minyak atsiri akan semakin meningkatkan kemampuan daya usir nyamuknya, karena semakin banyak minyak atsiri yang terhirup oleh nyamuk. Pengelolahan Ekstrak kulit Durian sebagai bahan pengusir nyamuk Aedes aegypti merupakan salah satu upaya untuk dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh obat nyamuk elektrik.

Krim Pengobatan Infeksi Jamur
gunanya.com | Ilustrasi Jamur

Pemanfaatan Kulit Durian sebagai Krim Pengobatan Infeksi Jamur

Manfaat yang lain dari kulit durian adalah sebagai obat herbal pengobatan infeksi jamur. Jamur yang paling banyak menyebabkan infeksi adalah jamur Candida. Candidiasis adalah suatu penyakit jamur yang bersifat akut dan sub akut yang biasanya disebabkan oleh Candida albicans. Candidiasis kulit dapat ditemukan di daerah lipatan paha, sela jari kaki dan ketiak.

Obat topikal yang selama ini digunakan untuk mengobati candidiasis kulit meliputi Nistatin, Klotrimazol, Mikonazol, dan Azol-azol lainnya. Mekanisme kerja obat-obat antijamur tersebut adalah berikatan dengan ergosterol di membran sel jamur. Akan tetapi obat- obat antijamur tersebut memiliki keterbatasan, seperti efek samping yang berat, spektrum antijamur yang sempit, penetrasi yang buruk pada jaringan tertentu, dan munculnya jamur yang resisten.

Zat yang terkandung pada durian untuk infeksi jamur 

Durian merupakan salah satu tanaman yang mengandung fitokimia. senyawa fitokimia dapat berkhasiat sebagai anti jamur seperti alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid dan triterpenoid sedangkan kulit buah durian mengandung senyawa fenolik, flavonoid, saponin, dan tanin. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah Durian dapat digunakan sebagai anti jamur.

Referensi penelitian tentang kulit durian untuk dijadikan obat infeksi jamur

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah Durian yang diformulasikan dalam bentuk sediaan krim memiliki aktivitas antijamur terhadap spesies Candida albicans yang mana krim dengan konsentrasi ekstrak 25% memiliki diameter zona hambat terbesar dibanding krim dengan konsentrasi 15% dan 20%. Jadi limbah kulit durian seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin karena kandungan dalam durian mempunyai banyak sekali manfaat.

Ekstrak kulit durian sangat berpotensi untuk menjadi obat nyamuk dan salep untuk pengobatan infeksi jamur. Penggunaan kulit durian dalam jumlah besar juga tidak memberikan efek samping berbahayakarena berasal dari bahan alam. Pemanfaatan limbah kulit durian secara optimal dapat memberi nilai guna pada kulit durian sehingga bisa bermanfaat bagi kehidupan.
Research by: Geysha Syaharani Bararah

Related Posts

Comments
Silahkan, saya ga nggigit !

Artikel Update