1000 Manfaat pada Kulit Buah Naga Merah

1000 Manfaat pada Kulit Buah Naga Merah

Manfaat pada Kulit Buah Naga Merah
gunanya.com | 1000 Manfaat pada Kulit Buah Naga Merah

gunanya.com- Buah naga atau dengan nama lain disebut buah pitaya memiliki beragam manfaat. Buah ini mempunyai lima jenis varian dengan peluang yang baik untuk dikembangkan di Indonesia, salah satunya adalah buah naga dengan jenis buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus). Selain manfaat yang ditemukan pada daging buahnya, kulit buah pitaya juga mengandung zat-zat yang dapat memberikan manfaat. Seringkali orang beranggapan bahwa kulit buahnya tidak dapat dimanfaatkan dan akhirnya dibuang. Padahal banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari kulit buah pitaya. Dewasa ini, telah dilakukan berbagai penelitian pada kulit buahnya.

Beberapa penelitian telah berhasil mengungkap kandungan dalam kulit buah naga. Kulit buah naga ternyata mengandung antosianin. Antosianin adalah senyawa fenolik yang termasuk flavanoid, bersifat larut dalam air dan ditemukan di berbagai jenis tanaman. Antosianin ini mengakibatkan warna merah-ungu pada bunga dan buah-buahan.

Pada kehidupan sehari-hari, antosianin berfungsi sebagai zat warna alami. Karakteristik antosianin sebagai zat pewarna alami, memberikan manfaat sebagai antioksidan bagi tubuh. Antosianin dapat mencegah terjadinya aterosklerosis, penyakit penyumbatan pembuluh darah. Antosianin bekerja menghambat proses aterogenesis dengan mengoksidasi lemak jahat dalam tubuh, yaitu lipoprotein densitas rendah.

Dari hasil percobaan, ekstraksi pigmen antosianin pada kulit buah naga daging merah menghasilkan kadar antosianin yang besar yaitu 22,59335 ppm. Hal ini disebabkan karena kulit buah naga daging merah memiliki pigmen antosianin yang memberikan warna cerah. Kulit buah naga merah ditemukan mengandung pigmen antosianin berjenis sianidin 3-ramnosil glukosida 5-glukosida. Selain mengandung antosianin, pengujian dengan metode fitokimia Fourier Transform Infrared (FTIR), kulit buah naga merah ditemukan positif mengandung senyawa alkaloid, steroid, saponin, dan tanin serta vitamin C. Alkaloid adalah senyawa basa bernitrogen yang dihasilkan tumbuhan atau bahan tumbuhan yang mengandung nitrogen dan larut dalam air. Alkaloid sering kali bersifat optis aktif, dan kebanyakan berbentuk kristal tetapi hanya sedikit yang berupa cairan (misalnya nikotina) pada suhu kamar. Alkanoid berfungsi untuk untuk memacu sistem saraf, menaikkan atau menurunkan tekanan darah, dan melawan infeksi mikrobia. Steroid merupakan penyusun antosianin yang berfungsi sebagai zat warna alami. Sementara saponin adalah jenis glikosida yang banyak ditemukan pada tumbuhan. Saponin ini memiliki manfaat untuk menstimulasi jaringan tertentu seperti epitel hidung, bronkus, dan ginjal.

Tabel data FTIR

Senyawa alkaloid, steroid, saponin, dan tanin serta vitamin C yang diperoleh dari hasil penelitian, ditunjukkan oleh grafik pada Gambar 1 dan data pada Tabel 1.

Hasil pengujian FTIR terdapat pada Gambar 1 yang menunjukkan bahwa adanya senyawa/jenis-jenis ikatan vitamin C pada ekstrak kulit buah naga merah. Sementara pada Tabel 1 menunjukkan jenis- jenis ikatan dari vitamin C yang terkandung pada estrak kulit buah naga merah berdasarkan nilai bilangan gelombang yang terlihat pada Gambar 1.

Manfaat Kulit Buah Naga Merah
Ilustrasi: Buah Naga Merah

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa kulit buah naga merah memiliki banyak manfaat. Oleh karena itu, limbah kulit buah naga merah seharusnya dapat diolah dengan baik. Kandungan kulit buah naga bisa dihasilkan dengan cara ekstraksi. Mungkin artikel dengan judul 7 Rahasia Buah Bidara untuk Ibu Hamil, menarik juga untuk di baca.

Referensi: Wahida Annisa Ermadayanti

Related Posts

Comments
Silahkan, saya ga nggigit !

Artikel Update